Hipertensi (Darah Tinggi), Penyebab dan Cara Mengatasinya

APA ITU HIPERTENSI ?

Terlalu berlebihan menggunakan antibiotik dalam upaya mengatasi sebuah infeksi atau penyakit merupakan penyebab resistensi antibiotik utama yang sering ditemukan. Penting untuk Anda ketahui bahwa antibiotik digunakan ketika benar-benar dibutuhkan.

Semakin sering Anda mengonsumsi antibiotik, semakin besar kemungkinan bakteri menjadi resisten. Artinya, antibiotik tidak akan lagi mampu mengatasi jenis bakteri tertentu di kemudian hari.

Salah satu contoh pemberian antibiotik yang berlebihan adalah ketika Anda mengalami pilek, antibiotik tidak diperlukan jika disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Akan tetapi, antibiotik masih sering digunakan untuk mengatasi pilek.

PENYEBAB HIPERTENSI ?

Penyebab hipertensi dapat berbeda-beda berdasarkan jenisnya, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Beberapa penyebab hipertensi adalah sebagai berikut: 

1. Hipertensi Primer

Jenis hipertensi ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Walau demikian, ada beberapa faktor pemicu dari hipertensi primer, seperti riwayat keluarga atau genetik, gaya hidup tidak sehat, obesitas, dan lain-lain.

2. Hipertensi Sekunder

Penyebab hipertensi sekunder diakibatkan oleh kondisi medis tertentu. Salah satu penyakit yang cukup berkaitan dengan hipertensi sekunder yaitu penyakit ginjal. Selain itu, hipertensi sekunder juga bisa disebabkan beberapa kondisi lain, di antaranya:

  • Sindrom Conn’s atau produksi hormon aldosteron berlebih.
  • Sindrom cushing atau produksi hormon kortisol berlebih.
  • Tumor kelenjar adrenal.
  • Obstructive sleep apnea.
  • Koarktasio aorta.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti pil KB, dekongestan, dan lain sebagainya.

GEJALA HIPERTENSI

Ada gejala yang bisa jadi dirasakan oleh penderita hipertensi. Namun perlu diingat, tidak semua penderita hipertensi akan merasakan gejala-gejala ini. Seringkali kasus hipertensi ditemukan pada pasien yang tidak bergejala. 
Beberapa gejala hipertensi adalah sebagai berikut:
 
  • Sakit kepala, terutama di belakang kepala.
  • Vertigo.
  • Tinitus (dengung atau desis di dalam telinga).
  • Masalah penglihatan.
  • Sesak napas.
  • Nyeri di bagian dada.
  • Kondisi aritmia.
  • Kelelahan.

CARA MENGATASI HIPERTENSI

Cara mengatasi hipertensi harus dilakukan secara medis agar penanganannya tepat dan tidak memperburuk kondisi. Penderita hipertensi umumnya diharuskan untuk mengkonsumsi obat seumur hidup agar tekanan darahnya dapat terjaga. 
 
Namun, ada beberapa kondisi yang membuat penderita hipertensi dapat diturunkan dosis atau bisa jadi dihentikan konsumsi obatnya, terlebih jika tekanan darah sudah terkendali dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Obat-obatan yang biasa diresepkan oleh dokter untuk penderita hipertensi di antaranya:
 
  • Obat untuk melebarkan pembuluh darah agar tekanan darahnya menurun. Sebab, hipertensi kadang bisa mengakibatkan terjadinya sumbatan pada pembuluh darah.
  • Obat untuk membuang garam dan cairan berlebih di dalam tubuh. Nantinya, pembuangan garam dan cairan berlebih tersebut akan keluar melalui urine.
  • Obat untuk memperlambat detak jantung.
  • Obat penurun tekanan darah.
  • Obat penghambat angiotensin. Dimana, angiotensin tersebut berfungsi untuk menaikkan tekanan darah.

Call Center Rumah Sakit Anna Pekayon

Phone  : (021) 82432211
Email : mkt.rsanna@gmail.com

Whats’App : 0822-5822-2234

Tinggalkan komentar

Open chat
Admin Rumah Sakit Anna
Halo! Ada yang bisa kami bantu? dengan admin Rumah Sakit Anna